Bagi yang Suka Memfitnah Orang Positif Covid-19, Baca Dulu Ini!

Bagi yang Suka Memfitnah Orang Positif Covid-19, Baca Dulu Ini!

Untuk Windy dan Erva trimakasih sudah menyampaikan isi hati kami, terutama saya sendiri. Di tengah maraknya wabah covid-19 ini, semua para pekerja luar negri di PHK termasuk saya. Karna tak ada uang kami harus balik pulang ke kampung, namun apa yang terjadi setelah itu? Tulisan Windy sudah menjawabnya. Tertulis di akun facebooknya ini

Sekedar ingin berbagi pengalaman
Bagi yang Suka Memfitnah Orang Positif Covid-19, Baca Dulu Ini!

Saya dan suami seorang ABK, kami pulang dari Miami tgl 04 April 2020, dan tiba di Bali tgl 06 April 2020. Seperti ABK pada umumnya, sebelum kami pulang kami sudah melakukan karantina, social distancing, dsb di kapal sekitar 20hari dan dinyatakan sehat sehingga nama saya dan suami ada di list utk kepulangan tgl 04 tsb.
Sesampainya di Bandara Ngurah Rai, kami-pun melakukan rapid test dg hasil Non-Reaktif / Negatif. Tidak hanya itu, sebelum pulang ke rumah kami menyempatkan diri ke RSUD Singaraja utk mencari surat keterangan yg dibutuhkan utk kelengkapan di desa kami. Setelah semua berkas lengkap, kami melakukan karantina mandiri (kebetulan kami memilih tempat tinggal orang tua saya sbg tempat karantina mandiri), karena peraturan karantina di sekolah ataupun hotel belum berlaku pada saat itu.

14 hari berlalu, tp kami belum bs melakukan rapid test yg ke-II setelah masa karantina mandiri (alat rapid test di daerah kami habis, sesuai informasi yg saya dapatkan dari bidan pantau di daerah kami). Di hari ke-16 bidan pantau menghubungi saya utk melakukan rapid test ke-II di RSUD Singaraja, saat itupun kami bergegas pergi tepat pukul 11.30 dan melakukan Rapid test.

Selang 1 jam, salah satu perawat memanggil nama saya dan suami saya, menginformasikan bahwa hasil rapid test ke-II kami Reaktif / POSITIF.

Perawat menyarankan saya utk melakukan isolasi di Rumah Sakit Pratama Giri Emas (RSPGE), Sangsit. Dan nantinya akan dilakukan test lanjutan, yaitu Swab test. Saya tidak tau apa yg saya rasakan saat itu, karena jujur saya msh awam dg penyakit yg sangat mendunia ini, Covid-19.

Ditambah lagi saya dan suami merasa sehat dan tidak ada tanda-tanda apapun yg mengarah ke penyakit tsb. Tetapi seorang perawat berusaha utk menenangkan saya, orang yg hasil Rapid testnya Positif, belum tentu hasil Swab testnya juga Positif. Tidak usah panik bu, krn banyak kejadian sprti ini, begitu kata beliau.

Hari itupun saya dan suami langsung dikirim ke RSPGE utk menjalani isolasi. Bersyukurnya di RS tersebut semua perawatnya sangat bersahabat, dan mereka memberikan informasi yg jelas mengenai penyakit Covid-19 ini, setidaknya hasil Swab harus Negatif 2x berturut-turut barulah kita bisa dinyatakan Bebas Covid-19. Kalau-pun hasilnya Positif, jika imun tubuh kita baik pasti virus itu akan hilang dengan sendirinya, tetapi tetap diimbangi dg pola makan sehat dan hidup bersih.

Keesokan paginya kami menjalankan Swab test pertama kami, (pengambilan sampel lendir yg diambil dari dalam hidung/tenggorokan). Dan hasilnya baru kami tau malam harinya, dan astungkara hasil swab pertama kami Negatif. Selang sehari kami melakukan Swab test ke-II, dan syukur hasilnya-pun Negatif, malam inipun kami diijinkan pulang kerumah (Suksma Hyang Widhi), total 3hari 2malam kami dsna.

Jadi, Rapid test tidak bisa menentukan apakah kalian terjangkit Covid-19 atau tidak, yg bisa menentukan hanya Swab test. Sedikit saran untuk PMI, sebaiknya setelah masa karantina 14 hari tetap untuk melakukan Rapid test terlebih dahulu walaupun di beberapa daerah hanya diperlukan Surat Keterangan Sehat biasa dari puskesmas sebagai tanda masa karantina telah selesai. Ini bukan hanya utk diri kalian, tetapi juga untuk orang-orang sekitar kalian. Mohon ikuti aturan yang sudah ditetapkan.

Dan untuk siapa-pun yg memberitakan saya dan suami saya Positif Covid-19, TERIMA KASIH 🙏🏽.

Mungkin pengetahuan anda kurang utk masalah yg 1 ini. De kadene nak nyongkok PASTI meju, de kadene nak Positif (rapid) PASTI Positif (corona).

Rejeki, Penyakit, Maut, hanya Tuhan yg menentukan. Janganlah sombong, angkuh, apalagi sok tau. Karena kapanpun dan siapapun SANGAT beresiko utk terkena penyakit ini.

Semoga pandemi ini cpt berlalu dan kita bisa beraktivitas sebagaimana biasanya 😇

Suksma.

Posting Komentar