Bersabarlah Wahai Rindu, Masih Ada yang Harus Kita Perjuangkan Sebelum Meniti Temu

Bersabarlah Wahai Rindu, Masih Ada yang Harus Kita Perjuangkan Sebelum Meniti Temu
Photo via https://instagram.com/wasanyu
Saat ini apa yang bisa aku lakukan, selain merindukanmu dalam doa, mencintaimu dalam diam. Kamu bilang itu mudah untuk aku jalani, mudah untuk aku bertahan. Tahu kah kamu, itu sangat sulit untuk aku taklukan. Namun percayalah, kamu adalah alasan dari aku merindu, dan kamu adalah alasanku untuk bahagia. Aku hanya ingin berjuang satu tujuan saja yaitu kamu, kamu yang aku ingin kumandangkan secara halal di depan mereka yang menganggapku tidak serius denganmu saat ini.

Biar mereka percaya, biar mereka tahu, jika aku di sini menjaga kalimat dalam doamu yang sering kamu ucapkan sebelum tidur, yaitu ingin bersamaku. Aku juga percaya itu tak baik bagi harimu. Saat aku tak terlihat ada dis ampingmu, banyak kata yang menggodamu untuk berpaling, banyak cinta yang datang untuk pergi.

Namun kamu masih saja merasa ada aku, dan tetap sama seperti itu, tak hiraukan mereka, tak ingin berpaling, dan kamu selalu bilang kepada mereka jika kamu teramat bahagia dengan orang yang sedang berjuang untukmu saat ini.

Terima kasih teruntuk kamu yang selalu berkata seperti itu, teramat bahagia aku mendengarnya. Percayalah, akan aku jaga kalimat yakinmu itu dalam juangku di sini, dan aku pinta kepada Sang Kuasa agar dia selalu menjaga harimu agar tetap digandrungi senyum bahagia. Ketika tidur, Ia memberimu mimpi terindah yang pernah Aa ciptakan untuk orang-orang yang baik di dunia ini.

Terima kasih untuk diriku yang begitu tangguh hingga mampu bertahan hingga saat ini dalam rindu tanpa temu. Terima kasih juga untuk kamu yang selalu memberiku ruang untuk jadi diri sendiri dan memberi ruang untuk dirimu sendiri juga dalam harapan yang ingin kita samakan dalam ikatan halal lillahi ta'ala.

Aku tahu ini berat, aku tahu ini sulit. Kamu pun tahu menjalin hubungan jarak jauh itu bukan perkara mudah. Apalagi dirimu seorang wanita yang luar biasa, terkadang harap-harap cemas selalu terlintas dalam pikiranku jika kamu akan berpindah ke lain hati. Belum lagi dengan rupamu yang teramat indah Tuhan ciptakan, tentunya banyak lelaki yang kerap menawarkan tawa dan nyaman dalam harimu, menawarkan cinta di hadapanmu, namun kamu tetap mengerti jika masih ada aku yang ingin kamu perjuangkan.

Jadi, teruntuk kamu yang teramat begitunya dengan rasa yang aku titipkan di hatimu. Terima kasih kamu telah sebaik itu membuatku bertahan di sini untuk bisa mencari cara agar cepat-cepat datang ke rumahmu untuk berkata, jika aku sih yes untuk melamarmu.

Semoga saja ungkapan ini tak sebatas kenangan yang pernah terjadi dalam hidupku. Semoga saja kamu juga menjadi titik akhir dari jawaban rindu dalam doa yang selalu aku katakan di setiap sujudku yang teramat merindukan pertemuan. Semoga kamu adalah bagian dari jiwa dan ragaku yang selama ini sempat hilang dari bagian tubuhku.

Posting Komentar