Menjadi Ibu Rumah Tangga dan Wanita Karir Itu Tidaklah Mudah | Prempuan Bali

Menjadi Ibu Rumah Tangga dan Wanita Karir Itu Tidaklah Mudah
Ilustrasi Photo Via https://instagram.com/nymtri


Zaman sekarang ketika sudah menikah wanita ditanya mau jadi wanita rumah tangga atau wanita karir? Karena banyak orang beranggapan kalau jadi wanita karir maka tidak ada waktu lagi untuk mengurus rumah tangga, jadi harus memilih satu diantaranya. Pola pikir seperti ini perlu direnungkan kembali. Karena bilamana didiamkan dan dianggap memang harus begitu, maka lama  kelamaan wanita yang berkarir akan kehilangan kesempatan memiliki peran sebagai ibu rumah tangga. Padahal kodrat wanita sejatinya adalah istri dan ibu anak-anak mereka. Ingat apapun mimpi dan harapanmu tidak seharunya ada yang menghalangi karena setiap perempuan itu istimewa. Kita pun memunyi target-target yang ingin dicapai.

Bukanlah Hal Mudah Dilakukan Seorang Wanita Karir Berkeluarga

Sebuah pilihan yang mengharuskan berkarir juga menuntut untuk menghargai dan membagi waktu, serta mampu menyeimbangkan antara kepentingan keluarga dan lingkungan pekerjaan. Meskipun sangat sulit dilakukan, tapi seorang wanita karir yang merangkap sebagai ibu rumah tangga tetap wajib bertanggungjawab atas perjembangan sang buah hati.

Setiap orang sama-sama mempunyai waktu 24 jam dalam sehari, tapi bagaimanakah seorang ibu rumah tangga berkarir mengatur waktu kesehariannya tanpa mengesampingkan keduanya? Bagi yang pintar membagi waktu, sukses dalam dua bidang tersebut bukanlah hal yang mustahil. Tetapi kesuksesan keduanya juga bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk dilakukan. Tak sedikit wanita mengalami kesulitan dan kewalahan dalam membagi waktunya di hal tersebut. Bahkan tak jarang pula dari mereka yang harus mengalami satu kegagalan.

Mungkin akan ada beberapa masalah dan rintangan yang timbul yang dialami para wanita tersebut. Misalnya; manajemen waktu, stres, konflik rumah tangga karena kurangnya komunikasi antara suami dan istri dikarenakan kesibukan masing – masing dan belum lagi maslaah di tempat kerja.

Para wanita yang berfungsi ganda tersebut perlu tindakan – tindakan yang sederhana tapi tepat untuk membantu menyiasati kesibukannya. Ibu pekerja harus pintar dalam mengelola dan mengatur waktu. Seorang ibu rumah tangga yang juga sebagai ibu pekerja haruslah bisa memisahkan antara tugas, tanggungjawab dan kewajibannya dirumah dan ditempat kerja secara profesional.

Seorang wanita atau ibu rumah tangga tentu saja boleh berkarir, tetapi jangan pernah sampai lupa kodrat sebagai seorang istri dan seorang ibu. Pada akhirnya, kita pasti juga akan menyadari bahwa kita tidak akan bisa melakukan semuanya karena keterbatasan waktu dan fisik. Tidak perlu berkecil hati, jika belum maksimal melakukan keduanya. Selalu saja lihat sisi positif agar kita tidak perna lupa untuk bersyukur atas apa saja yang sudah kita raih saat melakoni keduanya.

Eits, jugan lupa juga untuk mengaspresiasi diri sendiri ya. Karena telah bekerja keras misalnya untuk melakukan pijatan, pergi ke salon atau tidur lebih awal juga termasuk memanjakan diri. Dengan begitu pikiranpun akan menjadi lebih jernih, kondisi lebih fit dan hatipun tenang. Niscaya kita akan mampu memiliki kehidupan yang seimbang.

Posting Komentar