Mau Kita Lakukan Baik Buruk Atau Biasa Saja Akan Selalu Ada Orang-Orang Yang Terus Menilai | Prempuan Bali

Mau Kita Lakukan Baik Buruk Atau Biasa Saja Akan Selalu Ada Orang-Orang Yang Terus Menilai
Ilustrasi Photo Via https://instagram.com/devisamartha


Manusia adalah mahkluk sosial yang tidak bisa lepas dari manusia lainnya. Namun apa jadinya jika dalam semua aspek kita tidak lepas dari orang lain, termasuk dalam penilaian. Manusia akan menemukan kepuasan dari menilai orang lain, baik penilaian positif ataupun negatif. Akibatnya, kita sering kali lupa tentang diri kita sendii, karena terlalu terpaku dalam melihat kelebihan dan kekurangan orang lain. Akan sangat lebih baik jika pandangan kita terhadap orang lain itu dijadikan acuan atau contoh bagi kita untuk memperbaiki diri.

Bagaimana cara pandangmu terhadap orang lain? Hanya ada dua pilihan, cara pandang orang cerdas dan cara pandang orang yang tidak cerdas dan cara pandang orang yang tidak cerdas. Orang yang memiliki intelektualitas yang tinggi tentu tidak akan memiliki ruang pikir negatif terhadap orang lain. Mereka selalu mampu melihat sisi baik dari seburuk-buruknya orang. Namun jika dia masih saja mencela keburukan orang, maka perlu dipertanyakan keintelektualnya.

Mereka yang memiliki hobi melihat kesalahan orang adalah mereka yang selalu menempatkan diri pada posisi yang paling benar. Kesalahan kecil orang lain akan nampak sangat besar dimatanya. Mereka lah yang paling benar. Padahal, terlalu fokus pada kesalahan orang lain adalah kekeliruan terbesar yang telah mereka lakukan.

Memiliki hatters adalah salah satu isyarat bahwa kita populer, untuk dikalangan mereka. Sedikit saja kesalahan dari kita, mereka tahu sementara kita tidak. Ingat kita tidak akan pernah ada akhirnya mendapat penilai dari orang diluar sana.

Jadi, ambil yang baik buang yang buruk. Begitulah seharusnya cara kita agar tidak terlalu sakit hati dengan perkataan orang lain. Manusia adalah mahkluk sosial yang tidak lepas dari omongan orang. Bersyukurlah, karena masih ada yang peduli dengan kekeliruan kita.

Posting Komentar