Sebelum Masuk Umur 30-an, Setidaknya 7 Pengalaman Ini yang Sebaiknya Kamu Miliki

Sebelum Masuk Umur 30-an, Setidaknya 7 Pengalaman Ini yang Sebaiknya Kamu Miliki
photo via https://instagram.com/gedelila


Fase sebelum memasuki usia 30-an bisa dibilang menjadi fase yang paling nyaman. Di usia 20-an ini kita mulai bisa melakukan banyak hal, yang dulunya dilarang karena alasan kita masih dibawah umur. Namun, masuk di usia ini, banyak hal yang dulunya kita impikan kini bisa jadi kenyataan.

 

Mendapat pekerjaan pertama dan gaji pertama tentunya, sampai mulai serius dalam menjalin sebuah hubungan. Tapi ingat masih ada fase selanjutnya yang kesuksesannya ditentukan dari sekarang. Itulah mengapa, sebelum kamu menginjak usia kepala 3, pengelaman ini setidaknya sudah kamu harus rasakan.

 

1. Bekerja di bidang yang tidak kamu sukai sama sekali, yang akan buatmu mengerti apa itu perjuangan gigih

Jangankan punya pekerjaan impian, untuk mempunyai pekerjaan saja pun sudah sangat sulit. Mau tidak mau, kadang sebagian besar dari kamu harus rela mengubur sementara mimpi punya pekerjaan idaman. Terpaksa bekerja di bidang yang sama seklai tidak sesuai dengan rencanamu. Tapi ini hal yang baik untuk mengajarkanmu apa sebenarnya arti dalam sebuah perjuangan. Akrena impian memang kadang harus diwujudkan lewat perjuangan yang berdarah-darah.

 

2. Patah hati berkali-kali. Biar kamu tahu kapan harus memantapkan hati

Semua pasti setuju hal ini adalah yang paling dihindari. Siapa juga yang mau merasakan hatinya remuk redam. Sekalinya patah hati, butuh waktu yang lama untuk menyembuhkannya.

Tapi sebelum memiliki hubungan yang akan kamu pertahankan hingga nanti, patah hati parah memang perlu kamu rasakan. Setidaknya kamu jadi tahu bedanya dia yang tulus dan dia yang Cuma ingin mempermainkanmu. Untuk memahami bedanya pun kamu harus berani jatuh cinta sebanyak mungkin sekalipun pada orang yang salah.

3. Mulai merasakan kehilangan teman. Membuatmu tahu bahwa yang sejati yang akan bertahan

Mulai zaman sekolah sampai kuliah, kamu bisa merasa menjadi orang yang paling supel sedunia. Karena mempunyai banyak sekali teman untuk menghabiskan waktu. Banyak hal pun seakan harus dilakukan bersama dengan teman. Seiring berjalannya waktu kamu akan merasa kehilangan mereka.

Tapi justru di fase ini yang harus kamu rasakan sebelum menginjak usia 30-an. Merasa kehilangan teman adalah fase yang sangat wajar terjadi dalam hidup seseorang. Nanti pula aka nada masanya kamu tak ingin lagi melakukan sesuatu hal dengan banyak orang. Kamu akan memilih untuk menyelesaikannya sendiri. Sementara mereka yang masih bertahan, bisa dipastikan adalah teman sejati yang kamu miliki.

 

4. Kesulitan dalam hal finasial. Sembari menahan diri tidak meminta bantuan ke orangtua

Usia 20-an biasanya adalah fase usia yang masih memungkinakan untuk berfoya-forya dan memenuhi segala keinginanmu tanpa berpikir panjang. Wajar saja, di usia ini kamu belum banyak dihadapkan pada cicilan yang harus dibayarkan setiap bulannya. Gaji yang kamu dapatkan pun masih bisa untuk mencukupi dirimu sendiri.

Cepat atau lambat kamu akan dihadapkan pada kenyataan bahwa gaji yang kamu dapatkan ini tidak lagi hanya untuk kebutuhan pribadi, tapi juga kebutuhan keluarga kecilmu kelak. Masalah kesulitan finansial mungkin akan menjadi masalah yang harus terbiasa kamu hadapi. Itulah mengapa kamu yang sudah pernah mengalami kesulitan finansial di usia sekarang patut bersyukur. Setidaknya kamu jadi tahu bagaimana cara menghargai setiap rupiah yang kamu dapatkan.

 

5. Merantau dari tanah kelahiran. Buat wawasanmu terbuka lebar

Di usia yang masih 20-an ini, manfaatkanlah untuk bisa berpetualang atau merantau ke kota lain selain kampong halamanmu sendiri. Coba rasakan hidup di tempat yang sama sekali baru dana sing untukmu. Kamu akan dipaksa untuk beradaptasi pada banyak hal yang sebelumnya tidak pernah kamu temui. Nantinya otomatis pandanganmu akan semakin terbuka lebar. Kamu pun akan mejadi orang yang lebih bijak dalam menghadapi hidup. Bukan orang dengan berpikiran sempit, tapi merasa tahu segalanya. Semakin kamu jauh merantau, semakin kamu merasa tidak tahu apa – apa dan merasa ingin terus belajar.

 

6. Menemukan satu momen, dimana kamu akhirnya ikhlas dengan masa lalu. Biar hidupmu setelah ini berjalan mulus

Di usia 30-an kamu dituntut sudah tahu kemana hidupmu akan melangkah. Perencanaan yang matang pun harus segera kamu susun. Itulah mengapa, mengikhlaskan kejadian di masa lalu yang sangat menyakitkan, perlu kamu lakukan mulai sekarang.

Kamu pun harus segera menemukan momen titik balik dimana kamu akhirnya bisa ikhlas menerima semua yang terjadi di masa lalu. Relakan itu semua dari sekarang. Biar hidupmu bisa lebih mulus berjalan ke depannya.

 

7. Pada akhirnya rasakan kegagalan sesering mungkin. Ini akan membantumu menjadi pribadi yang lebih tangguh nanti

Intinya, sebelum usiamu menginjak kepala 3, kegagalan harus sesering mungkin kamu rasakan. Setidaknya menempa dirimu menjadi pribadi yang lebih tangguh lagi dari sebelumnya. Ketika kamu sudah memasuki usia baru nantinya, kamu akan sudah kenyang dengan banyak pengalaman hidup. Meski itu tak boleh menutup keinginan  untuk terus belajar.gagal-lah sebanyak-banyaknya, namun coba untuk kembali bangkit lebih sering lagi.

Cobalah untuk tidak terjebak dalam kenyamanan yang kamu rasakan sekarang. Mendobrak zona nyaman seekali perlu kamu lakukan, paling tidak untuk mencari tahu seberapa tangguhnya dirimu dan seberapa banyak keahlianmu dalam menghadapi hal – hal yang tidak terduga. Karena dalam hidup sesuatu yang pasti adalah perubahan itu sendiri.

Posting Komentar