Nasehat Seorang Ibu Tidak Pernah Salah Walau Kadang Sulit Untuk Diterima | Prempuan Bali

Nasehat Seorang Ibu Tidak Pernah Salah Walau Kadang Sulit Untuk Diterima
www.prempuanbali.asia

Pernahkah kamu memperhatikan seorang anak kecil yang tengah bersama ibunya? Atau ingatkah masa kecilmu dulu sampai sekarang?
Ingatlah betapa besar kasih sayang ibumu kepadamu. Ingatlah betapa besarnya perhatian ibumu akan tempat tinggalmu, makan dan minumu, pendidikanmu, serta penjagaannya pada waktu siang dan malam. Ingatlah betapa besar kekhawatiran ibumu keyika kamu sakit hingga pekerjaan yang lain pun dia tinggalkan demi merawatmu. Uang yang dia cari dengan susah payah rela dia keluarkan tanpa pikir panjang demi kesembuhanmu. Niscaya kamu akan mengetahui kadar penderitaan ibumu pada waktu dia membimbingmu hingga beranjak dewasa.

Siapa sih anak yang senang kena marah atau sebetulnya itu nasehat tapi hanya dalam bentuk gertakan? Apalagi itu Ibumu sendiri, bisa panjang dan tidak selesai-selesao kamu diceramahi amcem-macem. Dan kamu pernah gak sih merasa kesal karena ibumu selalu ngomel dan memarahimu? Salah satu hobi ibu yang tidak pernah absen diberikan adalah rutinitasnya dalam memberikan kamu nasehat demi nasehat. Akdang kamu sampai merasa hafal dan bosan saking seringnya mendengarkan petuah yang sama. Jangan menganggap ibumu cerewet dan berlebihan. Hal ini semata-mata karena ibumu ingin membiasakanmu tumbuh dengan sifat-sifat baik yang melekat kuat. Buat ibu, kesuksesanmu dalam hidup dan sifat baikmu dimata orang lain adalah kebanggaan dan pencapaian yang luar biasa. Itu jadi bukti keberhasilan ibumu mendidikmu sejak kecil. Kamu juga tidak mau melihat ibumu erasa bersalah karena tingkah lakumu yang tidak pantas bukan?

Kita hidup di dunia yang penuh dengan tuntutan. Hal ini sudah jadi sebuah kepastian yang tidak bisa ditawar-tawar. Akan ada waktu dimana kamu harus menjalankan peran-peran sosial yang dituntutkan masyarakat dan lingkungan pada dirimu. Salah satunya adalah mengenaii tugas-tugas wajib yang harus dimiliki oleh pria dan wanita. Kelak kamu tumbuh dewasa, akan sampai waktunya dimana kamu akan menjadi seorang ibu atau ayah. Disaat itu kamu tidak akian bisa berbuat seenaknya. Jika kamu wanita, maka kamu punya tanggungjawab untuk melayani keluarganya. Ibumu sudah merasakan sendiri di fase ini. Jadi, jika ibumu cerewet untuk menyuruh anak perempuannya belajar memasak, bersih-bersih, membanten, metanding bagi umat Hindu khususnya, maka kamu sudah paham kan alasannya?

Tanpa ibu kamu tak ada apa-apanya mungkin juga kamu tidak ada. Oleh karena itu terimakasih lah kepada Tuhan yang telah menghadirkanmu dari rahim seorang ibu yang sangat baik hati.

Posting Komentar